Bayang-bayang di dinding kamar memaksa kamu harus bangun pagi-pagi untuk belajar. Kamu merasa lelah, makan siang sudah lama berlalu, dan masih banyak materi yang harus dipelajari. Namun, ada cara untuk mengoptimalkan waktu belajar dengan efisien tanpa membuatmu merasa stres.

Mengoptimalkan Waktu Belajar dengan Metode Pomodoro

Metode Pomodoro adalah metode kerja yang dikembangkan oleh Francesco Cirillo pada tahun 1987. Nama “Pomodoro” berasal dari bahasa Italia, di mana sebuah peralatan berbentuk tomato (pomodoro) digunakan sebagai alarm untuk mengingatkan orang bahwa waktu belajar sudah selesai.

🔗 Rekomendasi kami: Mengoptimalkan Waktu Belajar dengan Metode Pomodoro – langsung baca di honestadvice.site

  • Pertama-tama, kamu memilih topik yang ingin kamu pelajari. Pastikan kamu memiliki tujuan yang jelas dan spesifik.
  • Kemudian, kamu mendirikan waktu belajar yang disebut “Pomodoro”. Waktu ini biasanya berlangsung 25 menit. Kamu bekerja tanpa gangguan selama waktu ini.
  • Setelah selesai Pomodoro, kamu akan memiliki istirahat selama 5 menit. Ini adalah kesempatan yang baik untuk bergerak, minum air, atau melakukan sesuatu yang menyenangkan.
  • Langkah berikutnya adalah “Break” atau istirahat lebih lama sebesar 15-30 menit. Kamu dapat menggunakan waktu ini untuk makan siang, berjalan-jalan, atau melakukan aktivitas lainnya.

Dengan mengikuti metode Pomodoro, kamu dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi stres karena kurang tidur. Misalnya, jika kamu merasa lelah setelah melakukan belajar selama dua Pomodoro, kamu dapat mengambil istirahat lebih lama dan terus melanjutkan belajar pada pagi atau malam hari.

Contoh yang bisa diaplikasikan adalah seperti ini: Kamu memiliki tugas yang harus diselesaikan dalam waktu satu minggu. Kamu membagi waktu itu menjadi beberapa Pomodoro, misalnya 3 Pomodoro dengan waktu 25 menit dan istirahat 5 menit antara masing-masing Pomodoro. Dengan demikian, kamu dapat bekerja tanpa merasa lelah dan pada akhirnya, tugas bisa diselesaikan dengan baik.